Senin, 29 April 2013

Angel dan Prince

Setiap orang pasti pernah merasakan, berada di titik puncak kelelahan dan kejenuhan. Semangat yang ada musnah, hanya bermalas-malasan dan tidak melakukan kewajiban yang seharusnya dilaksanakan. Hari ini aku berada di puncak itu. Lelah dengan aktivitas yang ada, jenuh dengan tugas-tugas kuliah yang harus dikerjakan dan dikumpul dalam waktu yang berdekatan. Satupun belum terjamah, padahal waktu pengumpulan semakin dekat. "Aaaaaaaa..." pengen sekali berteriak. Aku benar-benar membutuhkan motivasi dan semangat baru dari orang-orang yang berpengaruh.

***

Ikatan orang tua dan anak ternyata memang kuat. Disaat aku sedang berada di posisi seperti ini. Tidak lama kemudian hp berdering "telepon dari bidadari cantik, mamah". Ketika sedang berbincang-bincang, lalu hp yang satunya menyusul berdering "telepon dari pangeran, papah". Mereka berdua datang di waktu yang bersamaan dan dikondisi yang tepat.

Terima kasih Tuhan, aku beruntung mempunyai mereka. Walaupun aku belum menjadi anak yang baik dan bisa membanggakan mereka tapi mereka tidak pernah lelah menyayangiku dan memberikan apa yang mereka miliki untukku. Aku menyayangi mereka dengan segenap jiwaku.... :")

Jumat, 19 April 2013

Holiday or Reuni? Whatever, we're happy ...

SABTU, 13 APRIL 2013
2 kali accident perjalanan menuju Bandung. Harus berpindah dan menunggu bis dengan tujuan yang sama dan alhamdulillah sampai dengan selamat.

(bersama Egisky dan Arief_Yuandi)

Akhirnya bertemu mereka setelah sekian lama tidak bertemu, 6-7 tahunan mungkin :) Menghabiskan waktu  sampai jam 11 malam. Sangat Menyenangkan! tertawa lepas, tanpa perduli orang berkata "kekanak-kanakan". Who cares? be yourself, this is us not you!

MINGGU, 14 APRIL 2013
Selamat pagi Bandung, matahari sudah bersinar tapi masih enggan beranjak dari kasur (Egisky's home).

Egi yang malamnya kelelahan, tidur duluan, dan minggu pagi itu dia juga masih menutup mata.
Tenaga benar-benar terkuras tapi harus bersiap-siap untuk perjalanan selanjutnya.

Setelah perjalanan yang lumayan bikin pegel dan sempat nyasar karena ulah Aristyo. Akhirnya, tiba di suasana alam yang indah. Hai langit, rumput, pepohonan, dan hai kuda :)



Bahagia adalah disaat bisa bersama orang-orang yang disayang, tertawa lepas tanpa beban.
Thanks Arief, Egisky, Odit, Doni, Rizky dan Aristyo. I LOVE YOU, ALL!!!

Rabu, 03 April 2013

story of ***

I think this is the first time we met again, but i was wrong. Totally wrong! Perhaps.. we are not going to be reunited after the last meeting a few years ago. Last meeting that showed the reality, resentment, and made ​​me move away from you.

Motivator!


Rasanya berharap, rasanya menunggu dan ternyata gagal :)

Senin, 01 April 2013

Hai April! (Sakit)


Sudah hampir jam 12 malam ternyata.
Beberapa jam tertidur masih dengan pakaian kampus, dipenuhi keringat dan bau minyak kayu putih. Kasur berantakan, letak bantal, guling, dan selimut tidak pada posisinya.

Hari ini memang perut sedang tidak baik, ya mungkin dampak dari sarapan pagi kemaren. Bukan hanya lidah yang tidak kuat tapi perut juga ikut meronta bila diberi rasa pedas. Alhasil, sakit perut!
Masih bisa teratasi.
Kegiatan di hari senin tidak jauh berbeda dengan senin-senin sebelumnya. Subuh melaksanakan kewajiban, guling-guling dikasur, dengerin musik, mandi, sarapan, dan nonton film. Tapi untuk hari ini, gue harus ke kampus karena lagi dan lagi harus ngelarin tugas Fotografi, mengerjakan tugas ini tidak bisa dengan cepat karena memang harus mendapatkan momen bagus untuk dijepret.
Bla bla bla, dikampus kelar... Makan dan pulang ke kostan. DAN tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada sahabat tersayang haha
"thanks kay, lo setia nemenin gue ngerjain tugas."

Sampai di kostan, perut semakin berasa sakitnya. Bukan karena pengen ***** #sensor tapi memang benar-benar perut sakitnya ga ketulungan. Maghrib, kewajiban baca, sambil nunggu isya, dan penderitaan dimulai!
Sakit, sesakit-sakitnya ini perut. Keram. Sudah tidak kuat menahan sakit akhirnya tangispun pecah, meraung-raung, neriakin
"mama sakit, mama ewi perut sakit", meringkuk sambil megangin perut.
Reflek! Kalo sakit selalu nama mama yang dipanggil.
Sendirian di kamar, teriakanpun terasa percuma karena mama ga akan langsung datang dari aceh buat nyamperin, atau papah langsung datang dari pontianak.
Aah! Gue benci situasi kayak gini, yang biasanya kalo malam gue teriak kesakitan, mama atau papah langsung masuk ke kamar tapi hari ini gue cuma berharap bayangan mereka terlihat.

Tanpa disadari, tangisan ternyata lumayan keras, mengundang teman-teman kostan ngebuka pintu kamar. Gue ga bisa ngeliat muka mereka, tapi gue bisa dengar suara mereka,
"kenapa dew?"
"minyak kayu putih ambil!"
"masak air anget"
Terima kasih Tuhan, Engkau mengirimkan mereka untukku.
Vesti, Windi, Cyntia, Mega (suara mereka yang gue denger dikamar)
Setelah itu, perut gue lumayan walaupun masih tetap ga bisa bergerak karena sedikit aja bergerak dampaknya benar-benar "maknyooos". Sampai akhirnya tertidur.

Pembukaan di 1 April, SUMPAH ini bukan April Mop.

Sewindu

Hasil dari bongkar isi MP3 "Egisky" menemukan lagu ini :
Sudah sewindu ku di dekatmuAda di setiap pagi, di sepanjang harimuTak mungkin bila engkau tak tahuBila ku menyimpan rasa yang ku benam sejak lama

Setiap pagi ku menunggu di depan pintuSiapkan senyum terbaikku agar cerah harimuCukup bagiku melihatmu tersenyum manisDi setiap pagimu, siangmu, malammu

Sesaat dia datang pesona bagai pangeranDan beri kau harapan bualan cinta di masa depanDan kau lupakan aku semua usahakuSemua pagi kita, semua malam kita

Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintuDan tak ada lagi tutur manis merayumu

Setiap pagi ku menunggu di depan pintuSiapkan senyum terbaikku agar cerah harimuCukup bagiku melihatmu tersenyum manisDi setiap pagimu, siangmu, malammu

Sesaat dia datang pesona bagai pangeranDan beri kau harapan bualan cinta di masa depanDan kau lupakan aku semua usahakuSemua pagi kita, semua malam kita

Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintuDan tak ada lagi tutur manis ku merayumuOh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintuDan tak ada lagi tutur manis ku merayumu

Jujur memang sakit di hatiBila kini nyatanya engkau memilih diaTakkan lagi ku sebodoh iniLarut di dalam angan-angan tanpa tujuan

Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintuDan tak ada lagi tutur manis ku merayumuOh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintuDan tak ada lagi tutur manis ku merayumu