Kamis, 29 Agustus 2013

Masihkah kita?

"Jantung ini berdetak lebih cepat dari biasanya"

Ia kembali memperbaiki posisi kacamatanya, mencari-cari sosok yang sangat ia kenal. Hari ini adalah pertemuan pertamanya dengan lelaki itu, setelah 2 bulan terpisah karena jarak dan banyak permasalahan diantara mereka. Dia kembali mempercepat langkah, hingga akhirnya ia melihat lelaki dengan kemeja panjang berwarna biru. Ingatannya tentang Deo masih sangat kuat, tentang laki-laki yang muncul dikehidupannya sejak 2 tahun yang lalu. Biru adalah warna favorite Deo, sebelum laki-laki itu mendekat aroma badan Deo pun masih terekam jelas di indra penciumannya.

"Sebelumnya kita tidak pernah secanggung ini"

"Hei."
"Hei, nunggunya udah lama?"
"Lumanyan."
*suasana kembali hening
"Ini buat kamu."

Ara ingat sebelum kepulangannya, Deo memang pernah mengatakan ingin memberikan sesuatu kepadanya tapi ia tidak menyangka jika yang dimaksud oleh Deo adalah boneka favoritenya. Ia masih ingat, dulu ia pernah merengek-rengek minta untuk dibelikan boneka namun kekasihnya dengan jelas menolak.

"Aku pengen deh kayak temen-temen aku, dapat boneka dari pacar. Kalo tidur bisa bareng terus dipeluk, kan lucu."
"Apaan boneka-boneka, kamu itu udah gede loh masih aja seneng boneka-bonekaan. Kalo mau minta yang lain aja jangan boneka."

Dia memang 5 tahun lebih muda dari lelaki itu. Ketika penyakit manjanya kambuh, kekasihnya selalu mempunyai cara untuk menghadapinya.

"Udah jangan manyun gitu, jelek. Ayok kita makan aja, beli es krim."

Dia tersenyum kecil, saat kembali mengingat kejadian waktu itu. "Terima kasih bonekanya", ucap Ara. Lelaki itu hanya membalas dengan senyuman dan sedikit anggukan. Tidak banyak perbincangan hingga lelaki itu mengantar sampai dikonrakannya.

"Setelah ini rencana kamu apa?" tanya Ara.
"Aku tidak tahu" jawab lelaki itu.

Sebelumnya mereka sudah merencakan banyak hal saaat kepulangan Ara dari berlibur, tapi karena kejadian dan permasalahan itu semua yang telah mereka berdua rencakan hancur berantakan.

"Aku ingin makan saja."  ia memecahkan keheningan.
"Ayo makan."  

Lelaki itu memang ada dihadapannya, tapi ia merasa begitu jauh. Dia bisa melihat dengan jelas apa yang dilakukan Deo dan Ara juga tahu dengan siapa laki-laki itu berkomunikasi lewat bbm-nya. Seketika mood-nya rusak. Dulu tidak pernah ada suasana hening diantara mereka dan dulu selalu ada tawa diantara mereka. Suasana semakin dingin ketika laki-laki itu mengatakan ingin pulang. Ia begitu kecewa, terlalu banyak perubahan dari laki-laki yang dulu pernah menjadi kekasihnya, mungkin bukan dulu tapi laki-laki ya beberapa hari sebelumnya masih menjadi kekasihnya.

"Masihkah menjadi kita?"

"Aku akan mengantarmu sampai depan, aku juga sekalian ingin keluar."
"Kamu mau kemana."
"Jalan-jalan."
"Ngapain kamu sendirian, istirahat kamu baru sampai."
"Ga, aku pengen nikmatin suasana aja, lagian aku udah lama ninggalin kota ini."
"Aku temenin."
"Bukannya kamu mau pulang?"
"Udah."

Ia tersenyum. Setidaknya ia tahu bahwa laki-laki itu masih mengkhawatirkannya. Ara tidak ingin Deo segera pulang tapi ia juga tidak mempunyai keberanian untuk menahan Deo bersamanya. 

"Aku mau nonton."
"Film apaan?"
"One Direction ya?"
*lelaki itu mengangguk

Ia masih bisa merasakan ketulusan laki-laki itu, walaupun saat ini ia yakin masih ada perempuan itu diantara mereka. Ara hanya ingin melepaskan rindunya, ia memasang tameng. Lelaki itu dulu begitu menghargainya, ketika bersamanya, Deo tidak pernah memegang handphone tapi kali ini ia harus beradaptasi dengan Deo yang baru.

"Jangan meminta jawaban dari mulut tapi lihat sendiri jawaban itu dimataku."

"Kita bisa bersama-sama lagi?"  Kata-kata itu aku dengar langsung keluar dari mulutmu, dan aku tidak mampu berkata apapun.

Rabu, 21 Agustus 2013

Jawablah ....

Pernahkah?

Pernahkah kau begitu mempercayai seseorang

yang pada akhirnya orang itu juga yang mengkhianatimu.


Pernahkah?

Pernahkah kau begitu menyayangi seseorang

hingga akhirnya orang itu juga yang menyakitimu.


Pernahkah?

Pernahkah kau bertahan untuk seseorang

yang pada akhirnya kau juga yang ditinggalkan.


Pernahkah?

Pernahkah kau berusaha mengobati seseorang

hingga akhirnya kau juga yang dilukai.

Senin, 19 Agustus 2013

Lihat ke dalam Matanya

"Aku tidak perduli, mungkin sekarang kau berpikiran buruk tentangku atau mungkin memang selama ini kau selalu berpikiran seperti itu terhadapku. Terserah kau saja! Setidaknya aku bisa melakukan ini, aku bisa mengeluarkan kata-kata yang seharusnya sejak lama ku perdengarkan ke telingamu. Aku puas, ya aku sangat puas. Kau memang pantas mendengarnya, kau sangat pantas mendengarkannya", hatinya seolah berkata sambil berteriak ketika dia kembali mengingat pembicaraanya dengan lelaki itu.


"Aku ingin kita kembali bersama, bersama-sama mewujudkan mimpi kita."

"Aku memang sudah memaafkanmu, tapi kau pikir, semudah itukah aku bisa menerimamu kembali?"

"Aku sungguh menyesal, aku mohon maafkan aku."

"Aku memang sudah memaafkanmu, tapi sudahlah lupakan saja aku, karena aku juga sudah melupakanmu."

"Begitukah keinginanmu?"

"Ya, itulah keinginanku. Kau tidak pernah menyayangiku, sekarangpun aku sudah tidak menyayangimu. Jadi, sudahlah, selesaikan saja."

"Itu keinginanmu? Baiklah, akan ku ikuti tapi jangan pernah kau datang untuk menagih janji padaku."


Dia tidak pernah mengerti dengan jalan pikiran laki-laki yang pernah mengisi hari-harinya itu, terlalu keras kepala, terlalu munafik, dan terlalu bersandiwara. Malam itu adalah malam pertama, dia bisa menunjukkan bahwa ia adalah gadis kuat. Mengatakan bahwa ia sudah tidak menyayangi lelaki yang sesungguhnya tidak pernah beranjak dari hatinya.

Aku pernah berbohong, berbohong melawan kenyataan yang ada dihati. "Aku sudah tidak menyayangimu lagi." dengan berkata seperti itu, aku berusaha melindungi diri dari kemunafikan seseorang yang berusaha memanfaatkan kelemahanku.

Gadis itu tersenyum, tersenyum atas kebohongan yang telah ia lakukan. Andai saja ada seseorang yang melihat kedalam matanya malam itu, mata yang berusaha menolak ucapan yang keluar dari mulut. 

Kamis, 15 Agustus 2013

Kau katakan INTROPEKSI?

"Jalan seperti apa yang kau maksud sendiri-sendiri?"

 Ketika kau mengambil keputusan, aku hanya bisa menerima dengan perasaan kecewa yang teramat dalam. Ingin menolak tapi tidak mempunyai kekuatan untuk melawan. Tegar! Tepatnya berusaha tegar dengan apa yang sedang aku rasakan. Kau menghilang dan kau merasa bebas, lepas dariku. Sebegitu mengerikannyakah aku?

"Aku ingin kita intropeksi diri karena kau masih kekanak-kanakan."
"Aku hanya berusaha untuk tidak mengingkari janjiku, aku tidak akan meninggalkanmu, aku masih tetap berada disampingmu." - Perkataanmu selalu bisa berubah setiap waktu.

"Kau selalu punya cara agar aku tetap diam."

Berusaha terlihat tegar tapi tak seorang pun mengetahui apa yang sebenarnya aku rasakan. Saat kau memutuskan jalan sendiri, namun tiba-tiba kau bersikap biasa saja, seolah-olah tak pernah ada jarak diantara kita. Intropeksi seperti apa yang kau maksud? Aku katakan aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu. Aku ingin melepaskan diri karena luka itu terus kau buat, dengan atau tanpa kau sadari. Perkataan dan tindakanmu yang seolah-olah seperti bayi tanpa dosa itu, sudah banyak membuat sayatan digumpalan darah yang ada ditubuhku. Namun, kau selalu bisa membuatku untuk tetap diam. Diam menahan sakit itu sendirian saat kau tiba-tiba bersikap seolah seperti anak kecil yang tersenyum manis, sehingga membuat orang tidak mampu marah karena senyum itu. Sikapmu yang tak pernah aku ketahui, ketulusan kah atau hanya ... ? Ntahlah.

Rabu, 14 Agustus 2013

Bukan Aku yang Memilih Jalan

"Aku takut merasakan sakit lagi."
"Percayalah, aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi, aku janji tidak akan berhenti menyanyangimu, aku janji akan menikahimu."
"Tapi ..."
"Percayakan semua padaku, aku akan membuktikan semua janjiku, asalkan kau masih tetap ingin bersamaku."

Hari-hari itu terus berjalan.
Hari-hari itu ternyata lebih singkat dari yang sebelumnya. Ketika perdebatan itu terjadi, kau mengeluarkan kata-kata yang seharusnya tak pantas untuk kau ucapkan. KECEWA...! Seharusnya kau ataupun aku tidak boleh mengeluarkan kata-kata "selesai".

Sudah lupakah kau dengan janjimu? Janji kita dan mimpi kita?

Menyakitkan ketika aku mengetahui bahwa hari-hari yang singkat ini tidak membuatmu bahagia. Caraku kah yang salah dalam menunjukkan perasaan ini atau memang kau .... ? Ah sudahlah aku lelah menerka-nerka dan menduga-duga, yang hanya membuat aku, lagi dan lagi terluka.

"Kita jalan sendiri-sendiri untuk beberapa waktu"

Selasa, 13 Agustus 2013

"Seperti batu karang yang berada di laut, dihantam ombak tapi ia bertahan. Namun masa akan menunjukkan sampai dimana ia sanggup bertahan."

Rabu, 31 Juli 2013

Cahaya

"Apa yang aku lihat didalam dirimu, berbeda dengan apa yang orang lain lihat."

"Jika aku bisa memilih, aku juga tidak ingin hidup dengan keadaan seperti ini, aku juga ingin hidup seperti orang-orang yang serba berkecukupan, mempunyai uang banyak, mempunyai tittle tinggi, dan selalu dihargai oleh banyak orang." Tolong...! Jangan pernah kau katakan lagi kata-kata itu didepanku.

"Aku bukan dia ataupun mereka."

Mereka tidak mengetahui apa yang ada didalam dirimu, sehingga mereka menyepelekan dan merendahkanmu. Jangan samakan aku dengan dia ataupun mereka! Aku berbeda, aku bukan dia yang tidak yakin denganmu, dan aku bukan mereka yang menyepelekanmu.

"Aku yakin dengan apa yang aku rasakan dan aku lihat dengan hati."

Kau bisa, kau sanggup dan kau mampu merubah keadaan menjadi lebih baik. Jangan pernah merasa rendah dengan keadaan seperti ini dan jangan pernah merasa tidak berarti karena pandangan mereka. Kau adalah cahaya, cahaya yang belum mempunyai energi besar untuk bersinar terang. Aku? Aku akan membantumu mengumpulkan energi-energi itu dan menunjukkan kepada mereka bahwa kau adalah cahayaku, kau adalah cahaya yang mereka abaikan.

Selasa, 30 Juli 2013

Selalu Ada Kata "Aku Memaafkanmu"

"Apakah aku terlalu naif?"

"Maafkan aku atas semua hal yang telah terjadi kemarin." kata-kata itu terdengar ringan keluar dari mulutnya. Aku hanya bisa menarik nafas panjang dan berkata dalam hati "semudah itu kau mengeluarkan kata maaf atas semua luka yang telah kau buat". Hati tidak bisa dibohongi dan akupun tidak mempunyai alasan untuk tidak memaafkannya.

"Kita mulai lagi semua dari awal" katanya.

"Aku akan memperkenalkanmu pada orangtua ku. Aku ingin menjalankan sesuatu yang mempunyai tujuan, aku ingin kita menjadi satu nantinya. Jika kau tidak bisa memasak, kamu bisa sambil belajar, aku ingin istriku yang memasak untukku. Kau ingin ada pembantu nanti? Boleh saja tapi jangan terlalu mengandalkan orang lain, selagi kamu bisa melakukannya, lakukanlah seorang diri. Kau hanya ingin mempunyai seorang anak laki-laki nantinya? Aku ingin DUA, satu anak laki-laki yang akan menemaniku bermain PS dan satu anak perempuan yang akan menemanimu. Jadilah seorang istri yang baik nantinya, yang patuh terhadap suami." Pembicaraan serta impian yang terlalu jauh dan berat, tapi itulah kami berdua. Kami mempunyai mimpi dan harapan bersama. Walau terkadang pembicaraan itu terdengar berlebihan, menggelikan saat dia mengatakan "aku tidak akan meninggalkanmu, aku tidak ingin orang lain yang memilikimu." :) 

Si hidung besar dan mata sipit. Dulu sering terjadi pertengkaran diantara kami, Ya.. pertengkaran besar pun pernah kami lalui. Namun kali ini kami belajar dari hubungan sebelumnya, mendewasakan sikap agar pertengkaran itu tidak terjadi dan tidak berakhir dengan perpisahan lagi.

"Aku mempercayai  apa yang aku rasakan, i have a very strong feeling"

Sampai hari itu tiba. Aku tidak tahu perasaan yang mengganggu dihati datang sejak pagi itu, perasaan  yang bercampur aduk dan aku yakin pasti akan ada sesuatu yang terjadi. Hingga malam itu, aku mengetahui, aku tahu ada sesuatu dari suaranya, aku tahu pasti tentang "itu" . Ah, sudahlah malam itu aku pasrah mendengar semua yang dia ucapkan, air mata masih aku bendung dipelupuk, aku tarik nafasku panjang. Menyakitkan. Dia memintaku untuk bersikap dewasa mendengarkan semua apa yang dia katakan, maka akupun menahan sakit yang semakin terasa itu.

Hingga akhirnya aku mendengar nada suaranya, aku mendengar nafas tanda kepasrahannya. Bendungan itu pecah, aku tidak bisa lagi menahan air mata yang semakin banyak keluar. Aku pasrahkan semua, aku ikhlaskan demi dia. Kepergian dia kali ini, aku ikhlas :')
Tengah malam. Aku tersadar dari tidur, aku coba untuk terlelap, dan pada akhirnya aku tersadar lagi. Sebelum aku benar-benar terlelap, ku pandang dua sosok yang ada di layar handphone, sosok yang berada disebelah gadis itu telah pergi.

Subuh itu aku tersadar saat handphone berbunyi, namanya tertera. Suara yang selalu membuat aku tenang itu terdengar lemah sekali, aku tidak sanggup berkata apa-apa, karena masih terasa luka itu.
Dia mengirimkan pesan yang berisi permintaan maaf, ungkapan perasaan, dan ketakutannya. Aku sakit, dan luka tidak bisa sembuh dengan cepat. Aku butuh waktu untuk menenangkan pikiranku, aku tidak bisa mengambil keputusan dengan cepat karena rasa sakit dan kecewa masih menemaniku.

"LAGI dan LAGI, akupun tidak mempunyai alasan untuk tidak memaafkannya."

Orang lain tidak bisa melihat seperti apa yang aku lihat. Aku tidak pernah memandangnya rendah, seperti apa yang orang lain pikirkan tentang dia karena mereka hanya melihat dengan kasat mata. Tapi aku, aku mempunyai keyakinan sendiri yang ada didalam dirinya.

Aku buang semua ego, aku sembunyikan rasa sakit dan kecewa itu. Aku menganggap ini hanyalah ujian untuk kami, ujian sebelum kami benar-benar sampai kejenjang yang lebih serius. Tapi dia telah menghilang, aku tidak tahu dimana tempat persembunyiannya. Dia hilang tanpa mengucapkan sepatah katapun...
Lalu bagaimana denganku? Bencikah? Dendamkah? TIDAK...! Aku masih tidak mempunyai alasan untuk tidak memaafkannya.
Ada kebahagiaan dibalik tetes-tetes air mata yang telah jatuh, yakinlah!

Minggu, 23 Juni 2013

end!

You want me to leave you? I'm walking, i'm leaving, i'm through ☺

myo

life story?

Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di dalam perjalanan hidup.
Satu detik kemudian, satu menit, satu jam, satu hari, esok, dan esok lagi, tidak akan mampu tertebak. 

Ketika merencanakan untuk mengakhiri sebuah kisah, kisah manis ataupun pahit. Tidak seorangpun dapat mengetahui apa dampak yang akan dimunculkan dari keputusan itu. Rasa kehilangan, rasa rindu bisa saja muncul dengan seketika dan bisa juga ditepis dengan berbagai macam cara. Namun pertanyaannya, sampaikan kemampuan menepis kenyataan yang ada di dalam hati itu akan bertahan? ***
Akan muncul saatnya dimana hati tidak ingin lagi melakukan kebohongan. Pada saat itu pula penyesalan muncul dan sayangnya rasa menyesal tidak berguna sama sekali. Keadaan yang telah berubah tidak bisa kembali seperti sediakala karena sudah ada kebahagiaan baru disana. Kebahagiaan yang sulit diterima, dan kebahagiaan yang membuat kesakitan itu hadir. Walaupun rasa sakit itu muncul, apakah harus melakukan tindakan untuk merusak dan merenggut kebahagiaan itu? ***
Hanya ada dua pilihan, bertahan atau pergi dan dapatkan kebahagiaan lain!
Bertahan dengan segala kesakitan yang ada, pergi dengan kesakitan namun nantinya akan menemukan kebahgiaan baru yang lebih. :)

Senin, 29 April 2013

Angel dan Prince

Setiap orang pasti pernah merasakan, berada di titik puncak kelelahan dan kejenuhan. Semangat yang ada musnah, hanya bermalas-malasan dan tidak melakukan kewajiban yang seharusnya dilaksanakan. Hari ini aku berada di puncak itu. Lelah dengan aktivitas yang ada, jenuh dengan tugas-tugas kuliah yang harus dikerjakan dan dikumpul dalam waktu yang berdekatan. Satupun belum terjamah, padahal waktu pengumpulan semakin dekat. "Aaaaaaaa..." pengen sekali berteriak. Aku benar-benar membutuhkan motivasi dan semangat baru dari orang-orang yang berpengaruh.

***

Ikatan orang tua dan anak ternyata memang kuat. Disaat aku sedang berada di posisi seperti ini. Tidak lama kemudian hp berdering "telepon dari bidadari cantik, mamah". Ketika sedang berbincang-bincang, lalu hp yang satunya menyusul berdering "telepon dari pangeran, papah". Mereka berdua datang di waktu yang bersamaan dan dikondisi yang tepat.

Terima kasih Tuhan, aku beruntung mempunyai mereka. Walaupun aku belum menjadi anak yang baik dan bisa membanggakan mereka tapi mereka tidak pernah lelah menyayangiku dan memberikan apa yang mereka miliki untukku. Aku menyayangi mereka dengan segenap jiwaku.... :")

Jumat, 19 April 2013

Holiday or Reuni? Whatever, we're happy ...

SABTU, 13 APRIL 2013
2 kali accident perjalanan menuju Bandung. Harus berpindah dan menunggu bis dengan tujuan yang sama dan alhamdulillah sampai dengan selamat.

(bersama Egisky dan Arief_Yuandi)

Akhirnya bertemu mereka setelah sekian lama tidak bertemu, 6-7 tahunan mungkin :) Menghabiskan waktu  sampai jam 11 malam. Sangat Menyenangkan! tertawa lepas, tanpa perduli orang berkata "kekanak-kanakan". Who cares? be yourself, this is us not you!

MINGGU, 14 APRIL 2013
Selamat pagi Bandung, matahari sudah bersinar tapi masih enggan beranjak dari kasur (Egisky's home).

Egi yang malamnya kelelahan, tidur duluan, dan minggu pagi itu dia juga masih menutup mata.
Tenaga benar-benar terkuras tapi harus bersiap-siap untuk perjalanan selanjutnya.

Setelah perjalanan yang lumayan bikin pegel dan sempat nyasar karena ulah Aristyo. Akhirnya, tiba di suasana alam yang indah. Hai langit, rumput, pepohonan, dan hai kuda :)



Bahagia adalah disaat bisa bersama orang-orang yang disayang, tertawa lepas tanpa beban.
Thanks Arief, Egisky, Odit, Doni, Rizky dan Aristyo. I LOVE YOU, ALL!!!

Rabu, 03 April 2013

story of ***

I think this is the first time we met again, but i was wrong. Totally wrong! Perhaps.. we are not going to be reunited after the last meeting a few years ago. Last meeting that showed the reality, resentment, and made ​​me move away from you.

Motivator!


Rasanya berharap, rasanya menunggu dan ternyata gagal :)

Senin, 01 April 2013

Hai April! (Sakit)


Sudah hampir jam 12 malam ternyata.
Beberapa jam tertidur masih dengan pakaian kampus, dipenuhi keringat dan bau minyak kayu putih. Kasur berantakan, letak bantal, guling, dan selimut tidak pada posisinya.

Hari ini memang perut sedang tidak baik, ya mungkin dampak dari sarapan pagi kemaren. Bukan hanya lidah yang tidak kuat tapi perut juga ikut meronta bila diberi rasa pedas. Alhasil, sakit perut!
Masih bisa teratasi.
Kegiatan di hari senin tidak jauh berbeda dengan senin-senin sebelumnya. Subuh melaksanakan kewajiban, guling-guling dikasur, dengerin musik, mandi, sarapan, dan nonton film. Tapi untuk hari ini, gue harus ke kampus karena lagi dan lagi harus ngelarin tugas Fotografi, mengerjakan tugas ini tidak bisa dengan cepat karena memang harus mendapatkan momen bagus untuk dijepret.
Bla bla bla, dikampus kelar... Makan dan pulang ke kostan. DAN tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada sahabat tersayang haha
"thanks kay, lo setia nemenin gue ngerjain tugas."

Sampai di kostan, perut semakin berasa sakitnya. Bukan karena pengen ***** #sensor tapi memang benar-benar perut sakitnya ga ketulungan. Maghrib, kewajiban baca, sambil nunggu isya, dan penderitaan dimulai!
Sakit, sesakit-sakitnya ini perut. Keram. Sudah tidak kuat menahan sakit akhirnya tangispun pecah, meraung-raung, neriakin
"mama sakit, mama ewi perut sakit", meringkuk sambil megangin perut.
Reflek! Kalo sakit selalu nama mama yang dipanggil.
Sendirian di kamar, teriakanpun terasa percuma karena mama ga akan langsung datang dari aceh buat nyamperin, atau papah langsung datang dari pontianak.
Aah! Gue benci situasi kayak gini, yang biasanya kalo malam gue teriak kesakitan, mama atau papah langsung masuk ke kamar tapi hari ini gue cuma berharap bayangan mereka terlihat.

Tanpa disadari, tangisan ternyata lumayan keras, mengundang teman-teman kostan ngebuka pintu kamar. Gue ga bisa ngeliat muka mereka, tapi gue bisa dengar suara mereka,
"kenapa dew?"
"minyak kayu putih ambil!"
"masak air anget"
Terima kasih Tuhan, Engkau mengirimkan mereka untukku.
Vesti, Windi, Cyntia, Mega (suara mereka yang gue denger dikamar)
Setelah itu, perut gue lumayan walaupun masih tetap ga bisa bergerak karena sedikit aja bergerak dampaknya benar-benar "maknyooos". Sampai akhirnya tertidur.

Pembukaan di 1 April, SUMPAH ini bukan April Mop.

Sewindu

Hasil dari bongkar isi MP3 "Egisky" menemukan lagu ini :
Sudah sewindu ku di dekatmuAda di setiap pagi, di sepanjang harimuTak mungkin bila engkau tak tahuBila ku menyimpan rasa yang ku benam sejak lama

Setiap pagi ku menunggu di depan pintuSiapkan senyum terbaikku agar cerah harimuCukup bagiku melihatmu tersenyum manisDi setiap pagimu, siangmu, malammu

Sesaat dia datang pesona bagai pangeranDan beri kau harapan bualan cinta di masa depanDan kau lupakan aku semua usahakuSemua pagi kita, semua malam kita

Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintuDan tak ada lagi tutur manis merayumu

Setiap pagi ku menunggu di depan pintuSiapkan senyum terbaikku agar cerah harimuCukup bagiku melihatmu tersenyum manisDi setiap pagimu, siangmu, malammu

Sesaat dia datang pesona bagai pangeranDan beri kau harapan bualan cinta di masa depanDan kau lupakan aku semua usahakuSemua pagi kita, semua malam kita

Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintuDan tak ada lagi tutur manis ku merayumuOh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintuDan tak ada lagi tutur manis ku merayumu

Jujur memang sakit di hatiBila kini nyatanya engkau memilih diaTakkan lagi ku sebodoh iniLarut di dalam angan-angan tanpa tujuan

Oh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintuDan tak ada lagi tutur manis ku merayumuOh tak akan lagi ku menunggumu di depan pintuDan tak ada lagi tutur manis ku merayumu

Rabu, 27 Maret 2013

Ketika Waktu

Ketika saya mulai berjalan, saya hanya melihat anda mematung diam.
Ketika saya lelah dan berhenti, anda baru memulai langkah.
Lalu kapan kita akan memulai jalan bersama?
Ketika saya sedang tidak menunggu, anda datang dengan senyuman manis.
Ketika saya menunggu dengan gelisah, anda tidak kunjung memperlihatkan batang hidung.
Lalu kapan kita akan berada diwaktu yang sama?

Ketika kita mulai bertemu dipersimpangan jalan yang sama,
saya tidak ingin anda ataupun saya berbalik arah.
Ketika kita mulai saling melihat satu sama yang lain,
saya tidak ingin anda ataupun saya memalingkan wajah.
Kita bisa berpegang tangan, berjalan,
mencoba bersama-sama melewati jalan yang selama ini tidak pernah kita lewati berdua.

Kamis, 14 Maret 2013

Coming!


akhirnya ini makanan berada ditangan saya juga {} ini baru sebagian oleh-oleh dari Kalimantan Barat
terima kasih untuk lelaki terhebat yang sudah mengirimkan paket ini ke Bogor (daddy)

Jumat, 08 Maret 2013

Calvin Jeremy

*Kalian semua pasti tau Calvin Jeremya kan?
**Pasti taulah, siapa yang ga kenal penyanyi muda berbakat itu.
*Mungkin buat yang belum tau bakal gue kenalin. Calivin Jeremy itu penyanyi favorit gue, dengan aliran musik pop jazz.  Penyanyi solo yang berusia 21 tahun, tampan dan berbakat.

Pertama kali gue ketemu Calvin Jeremy di Mall Kelapa Gading 3 di acara Lebaran Shoptacular, 31 Agustus 2011. Seneng? Ya pastilah gue seneng banget, apalagi berkesampatan buat foto bareng dengan idola.

Gue pernah ikut kuis yang diadakan CJ, yang hadiahnya banyak banget, yang pasti salah satu dari hadiahnya adalah bertemu dengan sang idola. Gue gagal, oke! Fine, gue terima mungkin memang gue yang terlalu berambisi untuk ikut dan menang.
Lima Maret 2013, gue ikut lagi kuis dari CJ yah lebih tepatnya dari @CALVRIENDS, admin dari FansClub Calvin Jeremy.  Gue ga begitu yakin bakal menang karena  ingat pengalaman sebelumya yang pernah gagal. DAN pada akhir pengumuman kuis,
~jeng jeng~
@calvriends :yang beruntung nobar  with  :   
Nama gue sebagai pemenang dan berkesempatan nonton film pertama yang dimainkan Calvin Jeremy, bareng "doi" dan pemenang kuis lainya. Untuk kali ini senengnya pake banget, tapi lagi dan lagi jadwal nontonnya dihari kuliah. Yah gue ga mungkin ninggalin kuliah, walaupun gue mengidolakan "doi". Gue berbesar hati, gue yakin suatu saat nanti gue pasti berkesampatan ketemu lagi dengan Calvin Jeremy J

Selasa, 05 Maret 2013

Film Education is Hasduk Berpola

Pada jaman sekarang, generasi penerus bangsa banyak yang sudah lupa tentang nasionalisme. Nasionalisme adalah sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Maka dari itu, generasi penerus, harus mempunyai rasa nasionalisme. Dimulai dari mempunyai jiwa pemimpin, jiwa yang mampu memimpin diri sendiri untuk menjadi lebih baik. Dengan begitu mereka akan bisa membuat Indonesia lebih maju.

Semenjak saya mengetahui adanya Film Hasduk Berpola, saya senang dan bangga karena masih ada orang-orang yang perduli terhadap Indonesia. Film ini adalah film keluarga yang mengangkat rasa nasionalisme bangsa Indonesia. Kisah Budi bocah berusia 12 tahun, cucu dari seorang veteran. Budi ikut ekstakulikuler Pramuka di sekolah dan diminta kakeknya agar turut serta dalam kegiatan Jambore. Ia mempunyai musuh yang juga aktif dalam kegiatan pramuka, sehingga ia tertantang untuk melakukan yang lebih baik dari Kemal.

Namun, Budi berasal dari keluarga yang kurang mampu, Ibunya tidak bisa membelikan perlengkapan pramuka yang dibutuhkan Budi. Bocah berusia 12 tahun ini bersungguh-sungguh untuk memenuhi keinginan kakeknya dan untuk memenuhi kewajibannya sebagai penggalang. Budi berusaha mencari uang sendiri sebagai kuli angkut. Ia dan teman-temannya berlatih dengan gigih untuk mengikuti kegiatan Jambore.


Film ini mempunyai pesan-pesan moral dan layak untuk di tonton oleh para penerus bangsa Indonesia. Film yang mampu membangkitkan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia.


Rabu, 20 Februari 2013

niat ga niat nge-blog

Bagaimana cara menghilangkan rasa kangen terhadap pacar yang jauh?
jawabannya: kirim pesan atau telepon


Kalau handphone-nya saja ada pada saya, apakah saya tetap mengirimi pesan kemudian saya juga yang membalas pesan itu '-' #tanpatema


Senin, 18 Februari 2013

thanks for my guest star :)


Tugas mata kuliah Event Organizer, kelas praktikum gue ngadain sebuah event dengan tema Commuter "Communication on Twitter" pada tanggal 23 Desember 2013. Gue dapat tanggung jawab sebagai panitia acara dan bertanggung jawab penuh dengan Guest Star "Amank Qadaafi". Siapa yang ga kenal doi? haha... Kalo lo tau @LongDistance_R di twitter lo pasti pernah denger dan tau tentang cowok satu ini. :D

thanks ka Amank, gue kecipratan hadiah 2 buku "Long Distance Hearts dan My LongDistance_R"


Minggu, 17 Februari 2013